5 Hal Penting dalam Apply Kerja!

Hi Semuanyaaaa..

Menyambut kamu-kamu yang baru aja lulus kuliah, dan lagi apply kerja.. aku kali ini mau ngebahas 5 Hal Penting dalam Apply Kerja. Tips ini berdasarkan pengalaman aku pas 2012, 2013, dan 2017 mencari kerja hahaha.. baik di Indonesia maupun di Belanda dan tidak terpaku untuk masuk ke company / lembaga tertentu. Kenapa? karena pada akhirnya aspek terpenting dalam nyari kerja itu yaaa sama aja..

Oiya! tadinya mau dibikinin vlog-nya, cuma weekend ini gempor yaak lagi pindahan apartment wkwk.. jadi blog aja dulu yang di update :’) ok, let’s go!

1. Learn the Company very carefully!

Kebanyakan pendaftar, asal daftar aja.. keterima syukur, gak keterima ya gak rejeki tanpa persiapan yang matang. Padahal ini salah bangeett temen-temen! Hal pertama setelah baca iklan lowongan namun sebelum submit aplikasi kerja adalah belajar ttg company / lembaga tersebut.

Dimulai dari yang simple dulu, visi misi dan corporate values.. cocok gak nih sama diri kamu? coba resapi dalam-dalam.. dan berusaha memasukkan values tersebut di diri kamu.. nah! kalo cocok lanjut lagi belajar ttg business mereka.. gimana mereka earn the profit, dsb. Ketika interview, ini juga jadi poin penting.. seberapa dalam kamu tau ttg company ini.. lebih baik lagi kalo kamu bisa mencari isu-isu terkini tentang company tersebut, coba gali solusi untuk menghadapi tantangan business di masa mendatang dan menjadi bahan diskusi dengan hiring manager di interview terakhir. Jadi keliatan gitu.. kamu tuh niat banget buat kerja disini :’) Oiya satu lagi! kalo kamu apply untuk jalur management trainee kamu juga harus punya alasan yang mendasar dan kuat untuk kenapa mau apply ke department (misalnya: finance department), apa skills yang bisa kamu kontribusikan ke team.. coba pikirin baik2 yaa!

2. It’s about “YOU” not “WE” 

Kesalahan kedua yang pernah aku lakukan di awal-awal cari kerja adalah fokus terhadap keberhasilan team tanpa “menjual” kontribusi diri yang telah di lakukan. Padahal dalam apply kerja ini kan.. harusnya AKU yang jadi “the one”-nya hhehehe..

So, dalam interview / menuliskan motivation letter.. fokus dengan kontribusi yang kamu berikan ke team, yang nantinya sejalan ketika kamu bekerja dan jadi part of team di company tersebut. Dalam menulis motivation letter dan menceritakan kontribusi ketika interview aku juga fokus dengan metode STAR, yaitu Situation, Task, Action, and Result. Jadi pertama, jelasin dulu situasinya seperti apa, role kamu sebagai apa, kemudian task / tugas kamu sebagai apa, scope-nya sebesar apa, challenge / issue -nya apa, lalu dibagian action, kamu jelasin, step by step bagaimana memberikan solusi agar issue itu bisa berhasil, terakhir result.. ceritakan hasil akhirnya apa..

3. Iklan Lowongan Pekerjaan vs CV, Motivation Letter & Interview 

Kesalahan yang sering aku liat dari temen-temen yang apply kerja adalah membuat CV dan Motivation Letter yang sangat general / umum dan disebar ke seluruh company. INI JANGAN DITIRU YA! Kenapa? karena setiap lowongan pekerjaan punya spesifikasi calon pegawai yang beda-beda, dan disini lah saatnya kamu untuk menyesuaikan dengan lowongan tersebut.

Kita ambil contoh, misalnya lowongan PCPM Bank Indonesia. di dalam iklan lowongan tsb ada beberapa kata kunci yang perlu dicatat: aktif berorganisasi di kampus dan atau sosial kemasyarakatan, integritas dan dedikasi tinggi, komitmen professional.

Nah! dari kata kunci diatas, hendaknya kamu tonjolkan dalam CV, Motivation Letter dan Interview disertai dengan bukti-bukti yang konkrit yaa!

4. First Impression is always IMPORTANT!

Ketika datang interview, please remember.. sikap kamu dinilai dari pertama masuk gedung kantor tersebut hahaha.. jadi jaim dikit ya! gak perlu pake baju baru untuk interview, tapi pastikan baju dan sepatu kamu bersih, rapi, gak kusut dan nyaman untuk digunakan seharian, buat yang cewek-cewek, hindari rok mini, baju nerawang biar yang interview bisa fokus ke content hehe 😉

Jangan lupa senyum! grogi itu wajar.. tapi dengan senyum biasanya jadi relax dan interview juga berjalan dengan santai 🙂 aku selalu latihan di depan kaca, dengan melakukan tanya jawab sendiri hahaha.. karena yaa biasanya interview kerja itu kan udah ber-template yaa.. dan dengan latihan di depan kaca aku bisa menilai aku ini udah cocok belum raut mukanya, udah lancar belum jawab pertanyaan, dsb. Give your best intinya! 😀

5. Only put the MOST Recent EXPERIENCES and Biggest Accomplishments!

Ini pentingnya untuk selalu berprestasi, ambisius dan menchallenge diri kamu untuk menjadi lebih baik setiap harinya hahaha.. karena CV adalah jalur pertama untuk lolos dipanggil ke tahap berikutnya dan untuk membuat CV yang bagus kamu butuh prestasi & pengalaman organisasi dan atau pengalaman kerja.

Aku belajar dari salah satu career fair yaitu untuk fokus ke prestasi / pengalaman di 3 tahun terakhir. Ketika aku 2017, apply kerja.. so pasti pengalaman aku jadi wakil ketua OSIS SMA di periode 2007-2008 udah gak relevan lagi :’) nah apalagi juara fashion show jaman SD hahaha..

Nah buat kamu yang lagi apply kerja, di pilah-pilah lagi yaa prestasinya.. prestasi tingkat RT hendaknya gak usah di masukin.. lebih baik fokus ke prestasi akademik & non- akademik yang mempunya level of achievement yang tertinggi. Sesuaikan juga dengan lowongan kerja yang sedang di apply, yaa juara makan kerupuk gak perlu di tulis kalo kamu mau apply jadi Business Analyst.. kan tidak mendukung kinerja kamu nantinya hehehehe :’)

So, best of luck buat para pencari kerja dimanapun kamu berada… give your best dan jangan lupa berdoa, minta doa restu orang tua dan juga bersedekah.. agar pintu rezeki kamu di buka lebar-lebar oleh Tuhan yang Maha Esa 😀

Aminnnn…

 

Salam,

 

Vira Arman

Advertisements